0 Comments

Stunting merupakan permasalahan yang semakin banyak ditemukan dinegara berkembang, termasuk Indonesia. Menurut United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) satu dari tiga anak mengalami stunting. Sekitar 40% anak di daerah pedesaan mengalami pertumbuhan yang terhambat. Oleh sebab itu, UNICEF mendukung sejumlah inisiasi untuk menciptakan lingkungan nasional yang kondusif untuk gizi melalui peluncuran Gerakan Sadar Gizi Nasional (Scaling Up Nutrition – SUN) di mana program ini mencangkup pencegahan stunting.

Menurut WHO peranan bidan dalam melakukan intervensi spesifik dan sensitif yang berfokus pada 1000 hari pertama kehidupan dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui dengan bayi baru lahir, ibu menyusui bayi berusia 6 bulan sampai dengan 2 tahun. Program SUN Movemnet di Indonesia dikenal dengan Gerakan 1000 HPK. Berbagai intervensi gizi spesifik telah dilakukan dalam geragan 100 HPK untuk perbaikan gizi ibu hamil, bayi dan balita namun kenyataannya masalah stunting masih tinggi karena banyak keluarga yang mempunyai perilaku gizi yang tidak sehat.

Politeknik Kesehatan Kemenkes Bengkulu sebagai Institusi Pendidikan Kesehatan yang memiliki Pusat Unggulan Ipteks Penanggulangan Stunting Pada Peran Bidan dalam Pencegahan Stunting Melalui Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat di Era Global. Penggalian ide dan pembahasan terkait stunting dan pemberdayaan yang dilakukan melalui kegiatan diskusi dan seminar.

Kegiatan seminar ini dilaksanakan oleh Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu berkolaborasi dengan PUI PK Poltekkes Bengkulu dengan tema “Peran Bidan Dalam Pencegahan Stunting Melalui Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat”

Narasumber Kegiatan ini

NARASUMBER :
*Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes *
(Ketua Umum Pengurus Pusat IBI)
“Peran Bidan Dalam Pencegahan Stunting”

Hj Willy Purnama Hidayanti., SH.,MM.,MH
(Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dan KB Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan PPKB Provinsi Bengkulu)
“Pemberdayaan Keluarga Dalam Masyarakat”

Nurdiana, SST., M.Kes
(Universitas Muhammadiyah Makassar)
“Penanggulangan Stunting Berbasis KIA”

Ratna Dewi, SKM., MPH
(Politeknik Kesehatan Kemenkes Bengkulu)
“Penanggulangan Stunting Melalui Pemberdayaan Keluarga”

MODERATOR :
Dwie Yunita Baska, SST., M.Keb
(Dosen Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Peserta yang telah registrasi pada seminar ini 7000 peserta dan saat kegiatan di ikuti oleh 1000 peserta melalui zoom dan 4323 peserta dari Youtube Poltekkes Bengkulu

Dokumentasi Pembukaan Kegiatan Oleh Wakil Direktur 1 Ns. Agung Riyadi, S.Kep, M.Kes

Penyerahan Sertifikat Kepada Narasumber oleh Ketua Jurusan Kebidanan Yuniarti, SST, M.Kes

Sertifikat Peserta dapat di Unduh pada Link Berikut

SERTIFKAT WEBINAR KEBIDANAN 2022

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts